emm, lama ngga posting something :D mau posting tentang apa ya..
emm.. okee.. aku mau ambil titik fokus lensa kamera ke sebuah kerumunan yang ada di sekitarku tiap hari ^^ apa hayo? liat noh judulnya... SOL SEPATU :)
betewe, tau ga apa itu? itu bukan lagu yang berawal dari solmisai "sol" dengan kunci G. emm.. itu juga bukan sebuah lapisan bawah dari sepatu :P laluuu,, itu juga bukan alas kaki yang biasa kita gunakan ke sekolah (sepatu). lah terus apa? nahhh !
Sol Sepatu itu.....
emm......
*bentar ambil minum, haus*
yaaaa..
okeeee..
aku jelasin...
Sol Sepatu itu nama kelas.ku di SMA.. ^^ lebih tepatnya... Symphony Of Laskar SEPuluh sATU :D ngga tau awalnya gimana, ceplas-ceplos dapet nama itu... namanya ngga nyambung sih, ngga kayak tata nama IUPACnya alkana yang tertib teratur dannnnnnnn begitulah.. kembali ke SS ya ^^ semester ganjil ketua kelasnya Agis Dwi Aprilli dia cewek mungil yang waw loo.. Wakilnya Lazuardi Istiqlal, cowok yang ngaku namanya L. Steeve, ah bacut bangett :D :P kita menjalani hari2 seperti keluarga *alayyyyy
kerjaan warga SS itu ya gitu deh, nonton film waktu ngga ada guru, foto2an, capcus kantinn, nyampah twitter, 'nggaringin' orang yang cerita dannnnn banyak sekaleee.. aku waktu semester ganjil nomer absen 26 lo ^^ REGITA RAMADHANTY ADYAKNA dengan nomor induk 12512.
pertama kali masuk muridnya itu 36.. terus ada yang dipindah ke kelasa sepuluh dua sama Pak **** gatau apa alasannya -__- terusss ada program aksel, kelasku jadi 32 soalnya yang tadinya 35, ada 3 anak yang ke aksel...
absen pertama dipegang Agis dan absen terakhir dipegang Ulum..
*berbulan-bulan kemudiann...*
Kita pun siap ngga siap harus menjalani semester genap soalnya para penjaga langit dan bumi membawa kita ke waktu yang harus kita sikapi. ah ruwet men bahasaku -__-
okeee.. di semester genap kita punya anggota baru :D pertamanya sih waktu di kantin (akhr semester ganjil) kita itu ngomongin bully2an kalo ada murid baru :D tapi itu sih, cuma guyonnan anak yang iseng ngga ada kerjaan. teruss waktu beneran ada anak baru aku kaget kok anak2 pada kenal semua, yaudah deh kita langsung cepat membaur *nggak ada bully2an kok :D
akhirnya sol sepatu beranggotakan 34 orang deh ^^ dan aku pun menduduki absen yang bernomor 28... 28 ituu...... sesuatu banget lo... mau tau kenapa? adaaa dehhh... nanti akan kubahas di postingan selanjutnya... :D kembaliiii ke SS. SS semakin hari semakin lengket.. ngga mau pisah deh :( banyak masa2 indah di SS
oyaaaa...
ngomongin tentang asa / cita2 kita galau loh waktu dikasih angket penjurusan. mau IPA / IPS,, ahhhh ya gitu dehh.. pusing tujuh keliling buat mempertimbangkan semuanya... tetapi seiring dengan mulusnya waktu berputar, kita mulai konsisten akan jurusan mana yang harus dipilih. di semester dua ini kita dibikin galau sama tugas PKn yang nyuruh bikin film. nah lo ! bayangkan film... film... film pendek sih.. tapi ya seharusnya kita pandai2 merawat ide + merawat waktu luang. film SS disutradarai Ryzal Hendra Hamdika. penanggung jawabnya Roy Novanda P... kita baru niat mbuat film itu pertengahan April dannn filmnya harus jadi MEi. nah lo! *-*
sekarang kita lagi proses bikin film ^^ semoga filmnya ditayangin di bioskop ternama ya :D hahaha LOL
semogaaa SS dilancarkan tugasnya...
semoga SS bisa jadi yang terbaik dari yang terbaik...
aminn ddeh :3
okee.. smape sini dulu sekilass info tentang SOL SEPATU :) lain kali akan ku kabari *kalau sempat yeee
semangattttt !
bye
SOL SEPATU ^^
Comments(0)
Beda Jalan
Beda jalan itu tau kan? ya semacam
jalan yang ada pertigaan terus aku ke kanan kamu ke kiri. Beda jalan itu ga
akan ketemu kan? Ya, kaya aku sama kamu tuh, yang ngga akan ketemu. Tapi suatu
saat dari pertigaan itu, kita ketemu kok, asal di pertigaan itu jalannya ada
jalan pintas. Kayak aku sama kamu, suatu hari kita akan ketemu kok.
Tapi, beda jalan itu tak bisa
menyatukan aku sama kamu. Aku sama KAmu ga akan bisa menyatu. Dan aku tau
alasannya, kamu akan selalu memilih wanita yang cantik dan pokoknya bukan aku.
KAmu selalu akan memilih wanita yang perfect. Padahal, kamu mesti bilang “cewek
cantik iu bikin sakit hati”. Terus maumu itu apa? Gimana? Aku gabisa mengikuti
jalan pikiranmu. Aku selalu salah mengikuti jalan pikiranu. Meskipun aku tau
kalo sifatmu gitu, yang aku heran.in kenapa aku masih mengharapkanmu? Aku
bingung.
Aku pernah bermimpi, kita jalan
berdua dibawah hujan yang penuh cinta. Kita berdua di sebuah perkebunan the,
emang waktu itu aku sama kamu sempat berpisah. Tapi, ada sebuah batu
mempertemukan kita. Tapi, itu Cuma mimpi bray ! aku masih erharap ke dia,
bahkan harapan itu bertambah sejak aku mimpi itu.
Tuhan, tolonh aku. Aku tahu jalanku
sama jalannya berbeda, aku masih mengharapkannya. Tuhan, akan kah harapanku ini
menjadi nyata ATAU hanya sekedar angan yang akan berlalu tertiup waktu? Dia
ituu…. Bagaikan bunga di atas lumpur. Sesuatu yg dapat menimbulkan kebahagiaan
diatas kesedihanku yg mendalam. Cinta. Aku inginkan dia, aku inginkan di tuk
jadi milikku seorang. Tapi, jika Tuhan tidak mentakirkan kita. Aku akan terima,
aku akan bersabar. Memang kita BEDA JALAN ^^
Dikutip dari : perjalanan cinta
sahabat saya :D
Kedamaian Hati = Kedamaian Sejati
Seorang Raja mengadakan sayembara
dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang
kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk
memenangkan lomba
tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu diantara keduanya.
tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu diantara keduanya.
Lukisan pertama menggambarkan sebuah
telaga yang tenang. Permukaan telaga yang itu bagaikan cermin sempurna
yang mematulkan kedamaian gunung-gunung yang tenang menjulang mengitarinya.
Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.
Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Disisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang raja melihat sesuatu yang menarik, di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Didalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi, ditengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.
Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.
Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Disisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang raja melihat sesuatu yang menarik, di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Didalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi, ditengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.
Lukisan manakah yang memenangkan
lomba?
Sang Raja memilih lukisan nomor dua.
Tahukah Anda mengapa? karena jawab sang Raja, “Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski Anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa.”
Sang Raja memilih lukisan nomor dua.
Tahukah Anda mengapa? karena jawab sang Raja, “Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski Anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa.”
“Kedamaian hati adalah kedamaian
sejati.”
Impian Sejati
Suatu hari, ada seorang muda yang
bertemu dengan seorang tua yang bijaksana. Si anak muda bertanya, “Pak, sebagai
seorang yang sudah kenyang dengan pengalaman tentunya anda bisa menjawab semua
pertanyaan saya”.
“Apa yang ingin kau ketahui anak
muda ?” tanya si orang tua. “Saya ingin tahu, apa sebenarnya yang dinamakan
impian sejati di dunia ini”. Jawab si anak muda.
Orang tua itu tidak menjawab
pertanyaan si anak, tapi mengajaknya berjalan-jalan di tepi pantai. Sampai di
suatu sisi, kemudian mereka berjalan menuju ke tengah laut. Setelah sampai agak
ke tengah di tempat yang lumayan dalam, orang tua itu dengan tiba-tiba
mendorong kepada si anak muda ke dalam air.
Anak muda itu meronta-2, tapi orang
tua itu tidak melepaskan pegangannya. Sampai kemudian anak muda itu dengan
sekuat tenaga mendorong keatas, dan bisa lepas dari cekalan orang tua tersebut.
“Hai, apa yang barusan bapak
lakukan, bapak bisa membunuh saya” tegur si anak muda kepada orang bijak
tersebut. Orang tua tersebut tidak menjawab pertanyaan si anak, malah balik
bertanya ,”Apa yang paling kau inginkan saat kamu berada di dalam air tadi ?”.
“Udara, yang paling saya inginkan adalah udara”. Jawab si anak muda.
“Hmmm, bagaimana kalo saya tawarkan
hal yang lain sebagai pengganti udara, misalnya emas, permata, kekayaaan, atau
umur panjang ?”tanya si orang tua itu lagi.
“Tidak ….. tidak …… tidak ada yang
bisa menggantikan udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya, tidak
ada yang bisa menggantikan udara ketika saya berada di dalam air” jelas si anak
muda.
“Nah, kamu sudah menjawab
pertanyaanmu sendiri kalau begitu. KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR
KEINGINANMU AKAN UDARA KETIKA KAMU BERADA DI DALAM AIR, ITULAH IMPIAN SEJATI”
kata si orang tua dengan bijak.
Apakah anda saat ini mempunyai
impian sejati ? Banyak orang yang mengatakan impian mereka ini, atau itu, tapi
sebagian besar yang mereka sebutkan adalah keinginan belaka, bukan impian.
Keinginan sifatnya tidak mendesak. Kalo bisa dapat syukur, nggak dapat juga
tidak apa-apa. Kalo bisa mobil BMW, kalo nggak, Kijang juga gak apa-2.
Ada pula orang yang mempersepsikan
impian dengan harapan. Keduanya mirip namun berbeda. Harapan lebih kepada
sesuatu di masa depan yang terjadi dengan sendirinya atau atas hasil kerja
orang lain. Campur tangan kita kecil sekali, atau bahkan tidak ada. Impian
tidak seperti itu. Apapun yang terjadi, mau tidak mau, dengan perjuangan
sekeras apapun impian itu HARUS tercapai.
Impian terbaik seorang manusia
adalah ketika dia berusia dibawah lima tahun. “Saya mau jadi dokter, mau jadi
pilot, mau jadi pengusaha, dll ……” bukankah itu yang kerap dikatakan oleh
anak-anak anda ?
Sayangnya, begitu mereka
menginjakkan kaki di bangku sekolah, mereka `diharamkan’ membuat kesalahan.
Selain itu, mereka juga mulai diajarkan melihat realitas dunia – dari sisi yang
negatif.
Menurut sebuah penelitian yang
dilakukan di Amerika, seorang remaja hingga dia berusia 20 tahun, rata-rata
akan menerima 20.000 macam kata “NO”. “Jangan nakal, jangan main air, jangan
kesana,jangan malas, jangan pergi, dan ribuan kata jangan yang lain. Memang
tujuannya baik karena mengajarkan kepada kita agar dapat hidup dengan baik.
Tapi karena terlampau seringnya kata “NO’ itu diterima, akan mempengaruhi pula
alam bawah sadar manusia. Sehingga setiap kali kita memikirkan sesuatu yang
baru, misalnya impian, yang pertama kali terlintas di benak kita adalah kata
“NO”.
Banyak juga orang saat ini apabila
ditanya apa impiannya, mereka menjawab tidak tahu. Sungguh malang nasib orang
tersebut, karena orang yang tidak mempunyai impian sebetulnya secara mental
mereka sudah `mati’. Mungkin orang-2 tersebut menganggap hidup adalah suatu
nasib, sehingga sekeras apapun mereka bekerja
atau setinggi apapun impian mereka, namun apabila nasib tidak menghendaki mereka sukses, mereka tidak akan sukses.
atau setinggi apapun impian mereka, namun apabila nasib tidak menghendaki mereka sukses, mereka tidak akan sukses.
Atau ada pula type orang yang
terjebak di dalam `comfort zone’, dimana kehidupan mereka saat ini sudah
nyaman, atau setidaknya berkecukupan. Mereka merasa tidak perlu membuat suatu
impian yang lebih besar. Mereka mungkin akan berkata “Ah, buat apa rumah
besar-besar …. Bisa ngontrak aja sudah bagus ……”.
Type ketiga, ada orang yang SENGAJA
tidak mau membuat impian, karena ……. malu jika ditertawakan orang lain, dianggap
norak, nggak tau diri, atau bahkan gila. Nah, sebenarnya bukan anda yang norak,
tapi karena hidup kita sudah terlalu penuh dikelilingi oleh orang-orang dengan
pikiran negatif, dimana mereka akan merasa `tidak suka’ jika ada seseorang yang
tadinya setingkat dengan mereka, lalu mau pergi ke tingkat yang lebih tinggi.
Mereka akan berusaha dengan ejekan, sindiran dan usaha-usaha lain agar anda
tetap `selevel’ dengan mereka. Kalau anda ingin membuktikan, coba besok pagi di
kantor, katakan kepada rekan-2 anda , “Saya punya impian untuk jadi orang
sukses. Saya akan berusaha keras mencapainya, untuk membawa saya dan keluarga
saya ke tingkat yang lebih baik”. Lalu coba lihat ….. berapa banyak yang
mentertawakan anda ….. Dan coba lihat pula berapa orang yang mendukung anda.
Mungkin hampir tidak ada yang mendukung anda. Masih maukah anda meraih impian
tersebut ….. setelah anda ditertawakan ….?
Sahabat situs motivasi resensi.net
sekalian, saya yakin kita saat ini masih mampu menciptakan impian-2 kita,
asalkan kita mau menghilangkan segala penghalang di dalam benak kita. Cobalah
untuk berpikir bebas, seperti anak berusia 5 tahun. Jangan hiraukan apa yang
dikatakan orang tentang impian anda, tapi berusahalah agar impian itu tercapai.
Memang benar, kita tidak akan bisa
mencapai semua impian kita. Tapi tanpa punya impian, anda tidak akan meraih
apa-apa. Ciptakan impian, lakukan kerjanya, dan raih hasilnya !
Semoga sukses !
Hidup adalah pilihan
Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, " Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!"
Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.
Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hari
yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana
melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami.
Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.
Bagaimana kamu dapat melakukannya?" Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi positifnya."
"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu," kata Jerry, "Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup."
Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.
Setelah menjalani operasi selama 18
jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit
dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry
enam bulan setelah musibah tersebut.
Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku dapat
yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas
luka-lukaku?" Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih
juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.
"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus
mengunci pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian setelah mereka
menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan:
aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup."
"Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, " Para
ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat
mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para
dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'.
Aku tahu aku harus mengambil tindakan."
"Apa yang kamu lakukan?" tanya saya. "Disana ada suster gemuk
yang bertanya padaku," kata Jerry. "Dia bertanya apakah aku punya
alergi. 'Ya' jawabku..
Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku
menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!' Ditengah tertawa mereka aku
katakan, ' Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup,
bukan orang mati'."
Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya
hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat
memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.
Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.
Langganan:
Postingan (Atom)





